WANITA SEJATI by gayatri mantra

“Maafkan aku… Sebaiknya kita lupakan saja rencana pernikahan itu. Bukankah tanpa itu semua kita sudah berbahagia?”.

“Aku tak percaya kamu akan mengatakannya! Apa hanya itu alasanmu? Apa hanya itu yang kau pikirkan? Apa kau tidak memikirkan perasaanku? Memikirkan perasaan keluargaku? Apa kata orang padaku, pada kita?”.

A

ku ijinkan Sita menumpahkan segalanya hari ini. Aku memang tak ingin menikahinya. Egois! Ya, itu memang keputusanku! Aku memang tak punya perasaan untuk orang yang begitu kucintai di kota ini. 5 tahun bukan waktu yang singkat untuk menjalin kisah cinta yang manis dengannya.

“Tolong jangan kau lakukan itu padaku. Katakan apa salahku hingga kau tak mau menikahiku? Lihatlah, kita memiliki segalanya! Kita punya penghasilan yang cukup untuk kita berkeluarga. Kita bisa buktikan pada dunia! Kamu lelaki yang baik. Aku bersedia melakukan apa saja untukmu. Nikahilah aku, kumohon… Jangan kau hinakan aku seperti ini”. Read the rest of this entry »

Advertisements

GAUN MERAH DI UJUNG MALAM by gayatri mantra

K

ota ini lebih dingin dari biasanya. Musim-musim tak lagi bersepakat tentang waktu. Cuaca berubah. Daun-daun gugur sebelum waktunya. Hujan turun lebih sering. Badai dan banjir menjadi berita utama televisi. Segala sesuatu berubah dan tak pernah sama, begitu juga kota ini. Seperti mesin,  Ia bergerak dan berdentum. Kota yang tak pernah tidur. Industri telah mengasingkan kesunyian. Mengasingkan malam. Hantu-hantu kota bahkan tergusur tak punya rumah.

Read the rest of this entry »